HUKUM MEMPELAJARI ILMU TAJWID
Assalamu’alaikum
wr. wb
Bismillahirrahmanirrahim
Puji
syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, sholawat serta salam kita sampaikan
kepada Baginda Nabi Besar Muhammad SAW, keluarganya, beserta sahabatnya, semoga
kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin.
Hukum mempelajari Ilmu Tajwid itu adalah fardu kifayah. Apa itu
Fardlu Kifayah?
اِذَا فَعَلَ الْبَعْضُ سَقَطَ الْحَرَجُ عَنِ الْبَاقِى
“Apabila dikerjakan sebagian maka gugur
kewajiban dari yang lainnya.”
Misalkan disuatu kampung ada satu orang atau
beberapa orang yang mengaji/mempelajari Ilmu Tajwid maka orang lain di kampung
itu yang tidak mengaji/mempelajari Ilmu Tajwid tidak berdosa, tapi kalau di
kampung itu tidak ada satu orang pun yang mengaji Ilmu Tajwid maka semua orang
yang ada dikampung tersebut berdosa.
Hukum membaca Al-Qur’an dengan Ilmu Tajwid
adalah Fardhu ‘Ain. Apa itu Fardlu ‘Ain?
لاَ يَسْقُطُ الحَرَجُ عَنْ فِعْلِ الْباَقِى
“Tidak menggugurkan kewajiban dengan sebab
dikerjakan yang lainnya.”
Maksudnya kewajiban kepada setiap orang mengaji Al-Qur’an dengan
mamakai Tajwid, tidak akan bebas dari dosa apabila orang lain membaca Al-Qur’an
dengan Tajwid sedangkan kita seenaknya.
Dalam sya’ir dijelaskan:
وَالْاَخْذُ بِالتَّجْوِيْدِ حَتْمٌ لاَزِمٌ – مَنْ لَمْ
يُجَوِّدِ الْقُرْأنَ اَثِمٌ
“Belajar ilmu tajwid itu wajib hukumnya – membaca Al-Qur’an tanpa
tajwid dosa hukumnya”
والله اعلم
Kajian Ilmu Tajwid dari Buku Tajwidul Qur’an Karangan Hj. Daliyah
Mutiara-Pondok Pesantren Mifathul Huda Manonjaya – Tasikmalaya Jawabarat.
Wallahul Muwafiq
Ilaa Aqwamittariq
Wassalamu’alaikum
wr.wb
(Baden Abdul Azis - Tanjung Benuang Pamenang Selatan Merangin Jambi)

No comments:
Post a Comment